Pernahkah teman-teman membeli barang yang sebenarnya sudah ada di rumah ? Atau pernahkah membeli barang hanya karena mengikuti teman ? atau jangan-jangan pernah membeli barang yang sebenarnya tidak penting ? Saat aku menulis pertanyaan ini, tentu aku pernah membeli barang yang sebenarnya sudah ada di rumah. Misalnya sepatu untuk kuliah sudah punya 3 dan masih bagus tapi aku membeli lagi karena modelnya unik. Bahkan pernah juga membeli barang seperti baju hanya untuk mengikuti teman dan membeli barang yang tidak penting seperti lipstik karena ingin sekedar punya. Kebiasaan ini terjadi terus-menerus sampai aku menginjak semester tiga saat kuliah. Hingga aku sering menunda suatu kebaikan yang sangat Allah sukai yaitu zakat atau berbagi . Padahal Ibuku juga selalu mengingatkan untuk melakukannya, kalau bisa setiap hari. Tapi aku menganggap semua ini biasa saja dan lagipula bisa besok-besok. Ah, sungguh diriku terlalu egois saat itu hanya memikirkan kebutuhan duniawi saja. Pada...
Fabiayyi Aalaaaaa Irobbikuma Tukaddzibaan