Langsung ke konten utama

Sukses ?




Semalam, tepat ketika debat Capres-Cawapres berlangsung di TvOne aku menceritakan suatu hal yang membuatku miris kepada temanku via Whatsapp. Apa yang membuatku miris ?
Jika kesuksesan itu dinilai dari banyaknya uang yang dia punya, inilah yang membuatku miris. Tidak memungkiri aku hidup di bumi ini membutuhkan uang, namun apakah hanya uang yang menjadi parameter kesuksesan seseorang ?

Sukses menurut setiap orang pasti berbeda-beda dan itu tak menjadi masalah bagiku. Namun, jika hanya uang yang dijadikan penilaian kesuksesan maka menurutku hal ini sangat miris, sebab uang itu yang ngasih Allah melalui pekerjaan yang kamu miliki saat ini, melalui kedua orangtuamu yang memang sudah dalam keadaan berada atau melalui apapun yang memang bisa menghasilkan uang. Alhamdulillah dikasih uang banyak namun ingat Allah yang memberikan semua itu, maka diharapkan orang-orang yang memiliki uang berlimpah mampu memanfaatkan uang itu dijalankan kebaikan.

Temanku juga bertanya, lalu menurutmu sukses itu apa ?
Aku menjawab, sukses itu ketika kita mampu meningkatkan kualitas ibadah kepada Allah. Lalu apa lagi yang menjadi ukuran sukses itu ?
Menurutku, ketika kita bisa meringankan pekerjaan Ibu di rumah itu juga sebuah kesuksesan. Coba lihatlah Ibu kita setiap hari mencuci baju, memasak, membereskan tempat tidur, menyapu, menyiram bunga, dan masih banyak lagi pekerjaan Ibu. Apakah ibu kita digaji melakukan itu semua ? Tidak, beliau ikhlas Lillahita’ala melakukannya. Oh iya pernah liat channel Youtube Nussa Rara gak ? Jadi, si Nussa sama Rara itu pernah dimintai tolong oleh ibunya untuk mengerjakan seluruh pekerjaan rumah yang biasa dilakukan Ibunya dan setiap pekerjaan itu ada upah yang diberikan. Wah, Nussa dan Rara sangat bersemangat sekali melakukan pekerjaan rumah itu, mulai dari mencuci piring, menyapu, mengepel, memberi makan kucingnya, dan lain sebagainya. Kemudian setelah semua pekerjaan rumah selesai mereka mengeluh “lelahnya”. Kemudian mereka teringat bahwa Ibunya melakukan ini semua setiap hari dan bertahun-tahun lamanya namun tak pernah mengeluh apagi meminta upah. Akhirnya si Rara dan Nussa tidak mau ketika Ibunya akan membayar mereka karena sudah menyelesaikan semua pekerjaan ketika Ibunya pergi untuk melaksanakan suatu urusan. Nah, ayo kita contoh adik kita Nussa dan Rara.

Menurutku, sukses juga ketika kita mampu membuat orang lain tersenyum. Semisal nih kita lagi bertemu penjaga gedung G FKIP, lalu kita menyapa beliau yang sedang sibuk mengerjakan pekerjaannya. Lalu, kita berjalan dan menyapanya ditambah lagi memberikan semangat. Wah, sukses tuh buat orang juga ikut tersenyum dan semangat. Hehe

Apalagi ya sukses versiku ? wkwk
Nah, tahun ini lagi musim-musimnya wisuda angkatan 2014. Menurutku menyelesaikan sebuah studi juga sebuah kesuksesan loh. Artinya, kita telah berjuang untuk bisa keluar dari Universitas untuk memberikan kebahagiaan kepada Ibu Bapak Kita.

Selain itu, sukses juga ketika kita mampu memberi kepada orang yang membutuhkan sehingga orang itu merasa senang hatinya. Masih banyak lagi sukses versiku yang tak kusebutkan. hehe

Nah,  temen-temen jangan sedih kalau setelah lulus belum dapat pekerjaan atau dikatai pengangguran. Intinya, terus berdoa dan berusaha serta minta doa Ibu dan Bapak. Tetap ingat, setiap orang memiliki jalan masing-masing untuk menggapai setiap kesuksesan itu dan memiliki jalan yang berbeda untuk bisa membahagiakan Ibu Bapak. Percayalah, Allah juga sudah menjamin rizki setiap manusia. Aku juga sedang berusaha menguatkan diri karena diremehkan terkait profesiku sebagai guru honorer yang gajinya Alhamdulillah. Tapi, tidak apa-apa InsyaAllah Allah kuatkan kita. Pernah dibilang juga mau-mauan jadi guru padahal gajinya kecil. Awalnya aku kesal sekali dibilang seperti itu, namun lama-kelamaan aku biarkan dan aku tetap tersenyum pada orang-orang tersebut.

Sukses versimu pasti berbeda denganku, maka maafkan jika tulisanku kurang berkenan di hatimu. Jangan hanya karena ini kau tak jadi melamarku Haha (bercanda jangan tegang-tegang nanti tekanan darahmu tinggi :D). Oke skip dan sampai jumpa.


Komentar