Jika kesuksesan itu
dinilai dari banyaknya uang yang dia punya, inilah yang membuatku miris.
Tidak memungkiri aku hidup di bumi ini membutuhkan uang, namun apakah hanya
uang yang menjadi parameter kesuksesan seseorang ?
Sukses
menurut setiap orang pasti berbeda-beda dan itu tak menjadi masalah bagiku.
Namun, jika hanya uang yang dijadikan penilaian kesuksesan maka menurutku hal
ini sangat miris, sebab uang itu yang ngasih Allah melalui pekerjaan yang kamu
miliki saat ini, melalui kedua orangtuamu yang memang sudah dalam keadaan
berada atau melalui apapun yang memang bisa menghasilkan uang. Alhamdulillah dikasih uang banyak namun
ingat Allah yang memberikan semua itu, maka diharapkan orang-orang yang
memiliki uang berlimpah mampu memanfaatkan uang itu dijalankan kebaikan.
Temanku
juga bertanya, lalu menurutmu sukses itu apa ?
Aku
menjawab, sukses itu ketika kita mampu
meningkatkan kualitas ibadah kepada Allah. Lalu apa lagi yang menjadi
ukuran sukses itu ?
Menurutku, ketika kita
bisa meringankan pekerjaan Ibu di rumah itu juga sebuah kesuksesan.
Coba lihatlah Ibu kita setiap hari mencuci baju, memasak, membereskan tempat
tidur, menyapu, menyiram bunga, dan masih banyak lagi pekerjaan Ibu. Apakah ibu
kita digaji melakukan itu semua ? Tidak, beliau ikhlas Lillahita’ala
melakukannya. Oh iya pernah liat channel Youtube Nussa Rara gak ? Jadi, si
Nussa sama Rara itu pernah dimintai tolong oleh ibunya untuk mengerjakan
seluruh pekerjaan rumah yang biasa dilakukan Ibunya dan setiap pekerjaan itu
ada upah yang diberikan. Wah, Nussa dan Rara sangat bersemangat sekali
melakukan pekerjaan rumah itu, mulai dari mencuci piring, menyapu, mengepel,
memberi makan kucingnya, dan lain sebagainya. Kemudian setelah semua pekerjaan
rumah selesai mereka mengeluh “lelahnya”. Kemudian mereka teringat bahwa Ibunya
melakukan ini semua setiap hari dan bertahun-tahun lamanya namun tak pernah
mengeluh apagi meminta upah. Akhirnya si Rara dan Nussa tidak mau ketika Ibunya
akan membayar mereka karena sudah menyelesaikan semua pekerjaan ketika Ibunya
pergi untuk melaksanakan suatu urusan. Nah, ayo kita contoh adik kita Nussa dan
Rara.
Menurutku, sukses juga
ketika kita mampu membuat orang lain tersenyum.
Semisal nih kita lagi bertemu penjaga gedung G FKIP, lalu kita menyapa beliau
yang sedang sibuk mengerjakan pekerjaannya. Lalu, kita berjalan dan menyapanya
ditambah lagi memberikan semangat. Wah, sukses tuh buat orang juga ikut
tersenyum dan semangat. Hehe
Apalagi
ya sukses versiku ? wkwk
Nah, tahun ini lagi
musim-musimnya wisuda angkatan 2014. Menurutku
menyelesaikan sebuah studi juga sebuah kesuksesan loh.
Artinya, kita telah berjuang untuk bisa keluar dari Universitas untuk
memberikan kebahagiaan kepada Ibu Bapak Kita.
Selain itu, sukses juga
ketika kita mampu memberi kepada orang yang membutuhkan sehingga orang itu
merasa senang hatinya. Masih banyak lagi sukses versiku yang tak kusebutkan. hehe
Nah, temen-temen jangan sedih kalau setelah lulus
belum dapat pekerjaan atau dikatai pengangguran. Intinya, terus berdoa dan
berusaha serta minta doa Ibu dan Bapak. Tetap ingat, setiap orang memiliki
jalan masing-masing untuk menggapai setiap kesuksesan itu dan memiliki jalan
yang berbeda untuk bisa membahagiakan Ibu Bapak. Percayalah, Allah juga sudah
menjamin rizki setiap manusia. Aku juga sedang berusaha menguatkan diri karena
diremehkan terkait profesiku sebagai guru honorer yang gajinya Alhamdulillah.
Tapi, tidak apa-apa InsyaAllah Allah kuatkan kita. Pernah dibilang juga
mau-mauan jadi guru padahal gajinya kecil. Awalnya aku kesal sekali dibilang
seperti itu, namun lama-kelamaan aku biarkan dan aku tetap tersenyum pada
orang-orang tersebut.
Sukses versimu pasti
berbeda denganku, maka maafkan jika tulisanku kurang berkenan di hatimu. Jangan
hanya karena ini kau tak jadi melamarku Haha (bercanda jangan tegang-tegang
nanti tekanan darahmu tinggi :D). Oke skip dan sampai jumpa.
Komentar
Posting Komentar