Langsung ke konten utama

Melangitkan Doa-Doa Part 2



Bandung, 24 November 2017

Udara dingin membuatku tidur nyenyak semalaman tanpa mendengar suara nyamuk bersahut-sahutan memperebutkan bagian kulitku yang akan dia tusuk dan hisap. Rasa-rasanya aku ingin tidur sepanjang hari karena di Bandung udaranya sangat mendukung untuk tidur. Namun, sudah menjadi kewajiban seorang muslim untuk menunaikan ibadah sholat subuh.
“Bu Des, Bu Din ayo bangun udah adzan subuh nih”.
“Iya Bu, kamu sholat duluan aja abis itu aku bangun,” ucap desi.
Akhirnya aku pun sholat terlebih dulu, disusul Desi dan Dini.
“Gilak uy di sini dingin betulan,” ucap desi.
“Lah emang iya buk siapa yang bilang bohongan hahaha,” ucapku.
“Buk aku tidur bentaran ya entar kalo udah jam setengah 6 bangunin ya Bu,” ucap Desi
“Okedeh Bu”.

Arrahmaan... ‘allamal quran.... kholaqol insan...
Entah mengapa sejak tiba di Bandung aku selalu suka membaca surat Ar-Rahman. Kalo kata Dini sih di pernah bilang selama 3 malam 4 hari di Bandung udah 7 atau 8 kalian aku baca surat ini. Allah memang Maha menggerakkan hati setiap manusia. Ternyata Allah punya sesuatu dibalik semua ini.

Tiba pukul 05.30 yang artinya aku harus membangunkan Desi dan menyuruhnya mandi. Namun apalah daya dia selalu saja banyak alasan :D sampai akhirnya aku mandi duluan. Behhhhhhhhh, Allahuakbar airnya duinginssss banget dan kayaknya lebih dingin air ini ketimbang sikap kamu ke aku :D. Sedingin- dinginnya kamu masih ada perhatian dikit hahahaha. Oke skip wkwk.

Hari ini niat kita mau latihan ngajar sama Atu Lia, salah satu kating Pendidikan Biologi Unila angkatan 2012. Beliau sedang menempuh pendidikan S2 di ITB dan kalo gak salah ambil SITH. Aku lupa dimana alamat kosnya jadi gak perlu aku sebutin ya hehe. Kami berangkat dari kosan Mita kira-kira jam 7 sebab Mita ada kuliah pagi. Namun, Dini tidak ikut denganku dan Desi karena mabuk perjalanan jika mengenadari angkutan umum apalagi sejenis mobil. Kira-kira pukul 09.00 kami sampai di kosan Atu Lia. Sesampainya di sana kami tidak langsung latihan melainkan ngobrol ngalur ngidul dulu hehe.

Sebenernya aku lupa sih proses latihan waktu itu seperti apa. Tapi, sedikit ingat tipsnya ketika mau mengajar maka tetap terlihat percaya diri di hadapan siswa, tatapan mata harus mengarah ke siswa, usahakan artikulasi tepat dan intonasi suara dapat didengar oleh suluruh siswa di kelas. Selain itu, yang tidak kalah penting karena ini merupakan sebuah perlombaan maka proses belajar mengajar harus sesuai dengan RPP yang telah kita buat, manajemen waktu juga sangat diperlukan karena sudah ada batasan dalam perlombaan tersebut. Oh ya, Atu Lia sangat membantuku menemukan inspirasi untuk membuka pelajaran atau kita menyebutnya tahap apersepsi, dimana siswa akan menebak judul pelajaran hari ini dengan sederet peristiwa atau gambar atau alat peraga yang kita tampilkan. Allah yang menghendaki semua rangakaian peristiwa hari itu 24 November 2017, doa Ibu yang menyertaiku serta teman-teman, lewat perantara Atu Lia inspirasi mengajarku mulai terpikirkan.

Alhamdulillah, adzan dzuhur telah berkumandang dan hari itu hari jumat. Kami pamit pulang setelah melaksanakan sholat dzuhur. Kami segera menuju ke Gedung JICA, salah satu gedung di FPMIPA UPI untuk melaksanakan TM. Aku ingat sekali pertama kali berkenalan dengan Sasa yang ternyata berasal dari pendidikan biologi UPI, kemudian Erka dan Suraya yang berasal dari Universitas Muhammadiyah Pontianak. Kemudian, ada Reza yang berasal dari STKIP Garut, Dewi dari UMMI, dan yang lainnya. Mereka bersepuluh adalah keluargaku di Bandung sampai hari ini.


Rasanya, aku sudah agak lupa sih mau cerita apa lagi hahaha. Pokoknya malem pertama di Bandung entah tanggal 23 apa 24, aku juga pernah diajak ke gedung sate sama mita terus ke taman gitu sampe malem terus diajak makan surabi juga, eh pulangnya jakil karena takut Dini mabuk wkwk. Aku lupa loh fotonya sama siapa kok di laptop aku gak ada wkwk. Bersambung dulu ya wkwk


Komentar