Langsung ke konten utama

Bumi Baru, Karenamu Aku Rindu


Hari Raya Idul Fitri terasa begitu cepat, berbeda dari tahun sebelumnya. Oh iya mungkin karena perasaan dag dig dug sekaligus penasaran karena tahun ini aku akan melaksanakan KKN (Kuliah Kerja Nyata). Tahun ini Universitas Negeri Lampung akan memberangkatkan mahasiswa-mahasiswi FKIP angkatan 2014 untuk melaksanakan KKN di Kabupaten Way Kanan dan Lampung Barat.  Awalnya, aku berdoa supaya ditempatkan di Kabupaten Lampung Barat. Aku ingin sekali ke sana karena berdasarkan cerita kakak tingkat Kabupaten Lampung Barat merupakan wilayah dengan pemandangannya yang indah ditambah udaranya dingin setiap saat. Teman-teman juga pasti tahu wisata danau ranau juga terletak di Kabupaten Lampung Barat. Nah, karena inilah aku ingin sekali melaksanakan KKN di Kabupaten Lampung Barat.

Namun, Allah memberikan apa yang aku butuhkan bukan yang aku inginkan. Saat pengumuman anggota kelompok dan penempatan wilayah, aku ditempatkan di Kabupaten Way Kanan. Oh iya, selain melaksanakan kegiatan KKN, FKIP Universitas Lampung juga menggabungkan kegiatan PPL (Praktik Pengalaman Lapangan). Kegiatan KKN-PPL ini akan berlangsung selama 60 hari dimulai dari tanggal 12 Juli (pemberangkatan) – 9 September 2017 (pulang kembali ke Universitas Lampung). Alhamdulillah aku dipertemukan dengan sepuluh orang yang menjadi teman kelompok KKN-PPL selama 60 hari nanti. Rizky Monika Gusnandalia dan Rizky Insirawati yang menjadi temanku dari Program Studi Pendidikan Kimia. Ana Dianti yang berasal dari Program Studi Pendidikan Matematika. Lulu Atul Farida dari Program Studi Pendidikan Fisika, Ratih Meiliasari berasal dari Program Studi Pendidikan Geografi, Elsa Oktavia berasal dari Program Studi Pendidikan Bahasa Prancis, Desi Septiani berasal dari Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Dimas Yulian Putra berasal dari Program Studi Pendidikan Sejarah, Efvinggo Fasya Jaya berasal dari Program Studi Pendidikan Ekonomi, dan aku sendiri berasal dari Program Studi Pendidikan Biologi. Pemilihan setiap tim sudah ditentukan oleh pihak PLT FKIP yang bekerjasama dengan pihak BPKKN Unila. Dalam setiap tim terdiri dari berbagai program studi dan setiap tim KKN-PPL dibimbing oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Alhamdulillah kelompokku dibimbing oleh Bu Eka Sofia Agustina, beliau seorang dosen dari program studi Bahasa Indonesia. Beliau sangat sabar dalam mengarahkan dan membimbing kami selama kegiatan KKN-PPL berlangsung.
Tibalah saat yang ditunggu-tunggu yaitu pemberangkatan mahasiswa KKN-PPL FKIP Universitas Lampung pada tanggal 12 Juli 2017. Kami berkumpul di GSG Unila pukul 06.00 dan berangkat dengan mengendarai Bus Puspa Jaya sekitar pukul 06.30. Doa dan sedikit tangisan mewarnai suasana pagi waktu itu, bagaimana tidak aku belum pernah merasakan menjadi anak kos dan sekarang saatnya aku akan pergi dari rumah selama dua bulan. Hehe
Desa Bumi Baru Kecamatan Blambangan Umpu Kabupaten Way Kanan menjadi desa tujuanku dan kelompok untuk KKN selama dua bulan. SMA PGRI 1 Blambangan Umpu menjadi sekolah tujuan PPL kami selama dua bulan. Alhamdulillah, Allah Maha Baik kepadaku, menempatkanku bersama teman-teman yang baik dan masyarakat Kampung Bumi Baru yang sangat baik pula. Oh iya, kami tinggal di salah satu rumah warga, Mbah Semi, iya kami tiggal di rumah Mbah Semi selama dua bulan. Mbah Semi sangat sabar menghadapi kami bersepuluh dengan macam-macam karakter. Oh iya, dalam kelompok tentu harus ada seorang pemimpin kelompok, Dimas Yulian Putra menjadi ketua kelompok kami sekaligus koordinator desa. Sedangkan Efvinggo Fasya Jaya menjadi koordinator sekolah.
Hari pertama tiba di Kampung Bumi Baru, rasanya masih canggung dan belum terbiasa. Namun, karena Mbah Semi sangat baik menyambut kami, aku mulai merasa nyaman dengan semua kondisi di rumah tersebut. Di bawah ini aku lampirkan foto beberapa temanku dan Mbah Semi di halaman depan rumah.


Hari kedua kedatangan kami, kegiatan yang kami lakukan adalah silaturrahmi ke rumah-rumah tetangga dan rumah Pak RT untuk memperkenalkan anggota kelompok serta sedikit memberikan penjelasan berkaitan dengan kegiatan KKN-PPL yang akan kami laksanakan selama dua bulan.


Alhamdulillah kedatangan kami disambut baik oleh Pak RT dan secara lansung Pak RT menawarkan bantuan apabila diperlukan. Oh iya, berdasarkan cerita Pak RT, di Kampung Bumi Baru juga pernah ada Mahasiswa KKN dari Unila sekitar tahun 1997. Wah, saya aja baru lahir tahun segitu. Teman-teman bisa hitung kira-kira sudah 20 tahun lamanya di Kampung Bumi Baru tidak ada mahasiswa KKN dari Unila dan Alhamdulillah Allah berikan kesempatan ini kepadaku dan teman-teman. Sungguh suatu nikmat yang perlu disyukuri agar setiap kejadian dalam hidup dapat kita rasakan manfaatnya.
Hari berikutnya kami sibuk mempersiapkan pelaksanaan program kerja terdekat yaitu TPA (Taman Pendidikan Al Qur’an) di dusun satu yang merupakan tempat kami bermukim. Sebelumnya kami bekerjasama dengan Ibu Nuryanti selaku pembimbing TPA di Musholla Al Hidayatulloh. Inilah salah satu yang membuatku rindu, adik-adik TPA yang lucu, imut-imut, dan penuh semangat untuk mengaji. Rindu suasana sore hari bersama mereka, rindu suara-suara merdu mereka saat mengaji. Ini fotoku dan Lulu bersama adik-adik TPA Musholla Al Hidayatulloh.


Oh iya sebelumnya kuperkenalkan terlebih dulu dengan Pak Lurah dan perangkat Kampung Bumi Baru.


Teman-teman bisa menebak yang mana Pak Lurah ? hehe. Tentu dapat dibedakan Pak Lurah dengan anggota yang lain ya. Pak Lurah dengan nama lengkapnya Abdullah Candra Kurniawan yang duduk di tengah bersama Bu Carik dengan nama lengkap Ketut Ristiani. Kemudian dimulai dari sebelah kiri ada Pak Rohim, Pak Joni, Pak Kamto. Lalu, ada Bu Yeni, Mbak Yana, Pak Edi, dan Pak Irul. Aku bersyukur bertemu beliau semua yang begitu baik dan sabar membimbing kami selama di Kampung Bumi Baru. Banyak sekali kenangan bersama mereka sampai-sampai ingin pulang kembali ke Kampung Bumi Baru. Kenangan yang membuatku sedih yaitu saat masak bersama di rumah Bu Carik mempersiapkan acara perpisahan kami yang mau pulang. Yaps, setiap pertemuan pasti ada perpisahan, namun berpisah juga pasti akan bertemu kembali dong, hehe. Aamiin Sstt, temenku ada yang ngefans sama salah satu bapak yang ada di foto. Katanya sih bapak ini orangnya sabar seperti bapaknya sendiri. Hehe
Program kerja kami selanjutnya ada senam pagi setiap hari jumat pukul 06.40 bersama siswa MI, SMP, dan SMA, beserta Bapak/Ibu perangkat desa di lapangan Kampung Bumi Baru. Hal yang terlupakan dari kegiatan senam ini aku sakit gigi dan harus ke puskesmas sebelum senam selesai. Kalau yang ini aku gak mau ngulangi sakit giginya, lebih-lebih dari sakit hati deh. Wkwk. Tapi bersyukur banget, sejak KKN aku jadi bisa senam ya meskipun senam mancing aja sih itupun gerakannya kaku, tapi paling gak ada kemajuan lah. Haha


Pengalaman menarik yang kudapatkan selanjutnya ketika mengajar adik-adik SMP dan SMA belajar komputer. Meskipun keterbatasan laptop namun tak menyurutkan keinginan dan semangat adik-adik. Kami bersepuluh membimbing adik-adik secara langsung untuk belajar komputer/laptop. Setiap kelompok terdiri dari 3-4 orang dengan menggunakan satu laptop. Materi yang diajarkan meliputi Ms.office karena hal inilah yang menjadi dasar dalam belajar komputer/laptop. Bimbel ini dilaksanakan dua kali seminggu, setiap malam senin dan malam selasa. Malam senin untuk kategori siswa SMP dan malam selasa untuk kategori SMA. Alangkah bersyukur dapat membagi ilmu bersama adik-adik di Kampung Bumi Baru. Semoga adik-adik tetap semangat belajar meskipun kami sudah pergi dari Kampung Bumi Baru.
Selanjutnya untuk bimbel mata pelajaran dilaksanakan setiap malam sabtu dan malam minggu untuk kelas VII, VIII, dan IX. Kegiatan inipun sangat menyenangkan bagiku, karena aku mengajar biologi terkadang kami tidak langsung belajar melainkan tanya jawab terlebih dulu. Bisa tanya jawab seputar pengalaman kuliah ataupun pertanyaan mengenai biologi. Ah seru sekali waktu itu, ingin rasanya kembali lagi ke Bumi Baru terus ngajarin adik-adik bimbel lagi.
Kegiatan selanjutnya berkenaan dengan kegiatan hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-72. Aku, Vinggo, Lulu, dan Dimas ikut berpartisipasi dalam kegiatann lomba di dusun lima (Suakarsa). Nah, inilah dusun yang membuatku rasanya betah banget dan gak mau pulang, jalan yang dilalui untuk menuju dusun ini sangat sejuk karena di kiri dan kanan jalan terdapat pohon karet yang menjulang tinggi.


Dalam foto itu ada aku dan Lulu yang dipaksa (hahaha) ikut lomba lari karung. Alhasil aku juara dong (dari belakang) hahaha. Yaps, aku tidak begitu cepat untuk lari. Meskipun begitu aku tetap bahagia (haha), seru banget pokoknya. Lomba-lomba yang diadakan ini ada kategori ibu-ibu dan anak-anak, eh bapak-bapak juga ada lho. Mulai dari lomba lari karung, joget balon, lomba kelereng, dan masukin paku dalam botol. Kebersamaan dan antusias warga di Dusun Suakarsa sangat bagus, sehingga pelombaan yang diadakan di sini dapat berlangsung sangat meriah. MasyaAllah rindu suasana menyenangkan di Dusun Suakarsa. Ada Pak Sugeng, Pak Sugiyo beserta ibu-ibu yang ada di sana, semuanya menyambut kami dengan sangat baik. Bahkan saat terakhir kita di sana, Pak Sugeng selaku kepala dusun mengadakan acara perpisahan untuk kami (Mahasiswa KKN-PPL Unila 2017). Terharu dengan rasa sayang mereka kepada kami, semoga Bapak dan Ibu sehat selalu di sana ya. Aamiin
Berikut ini beberapa foto saat kami mengadakan perpisahan di Dusun Suakarsa


Terimakasih kuucapkan kepada Mbah Semi yang sudah menjadi orangtua kami selama melaksanakan KKN di Kampung Bumi Baru, kepada Pak Lurah, Bu Lurah, serta perangkat Kampung Bumi Baru yang telah banyak membantu kami. Begitupula kepada warga masyarakat Kampung Bumi Baru yang telah mendukung setiap kegiatan kami. Masih ada beberapa kegiatan yang kami adakan di Kampung Bumi Baru namun cukup sekian cerita yang benar-benar membuatku rindu untuk kembali ke Kampung Bumi Baru. Semoga Allah memberikan izin kepadaku untuk berkunjung kembali ke Kampung Bumi Baru. Aamiin



Komentar